=Balon, Sampaikan
Sama Allah=
Senyum merekah tersungging dari seorang anak kecil. Bahagia
nian dia melangkah bersama sang ibu. Minggu pagi yang cerah, mereka habiskan
untuk mengikuti jalan sehat bank Jatim. Kupon telah dia pegang erat.
Pemanggilan pemenang kupon segera berlangsung. Untuk Satu
ponsel samsung.
“Untuk… pemenang satu buah ponsel samsung, oke siap siap
kuponnya semua…,” ucap pembawa acara lantang. Membuat pemuda kecil itu kian
menatap lekat digit digit yang tertera pada kertas kupon.
“Jatuh pada nomor… 2 0 1 0 2 0 1 4, sekali lagi… 20102014.”
Suara pembawa acara menggema di lapangan.
“Bun… ini Bunda, Aat yang dapat,” ucapnya tidak percaya.
Segera saja sang ibu meraih kupon tersebut dari Aat. Mencoba meneliti ulang.
Benar, Aat yang dapat. Alhamdulillah… kau beruntung, Nak, batin sang ibu.
Lalu bergegaslah sang ibu menuju pentas bersama Aat untuk
menerima hadiah tersebut.
Setelah turun podium, “Bunda… Aat mau beli balon gas.”
Tanpa pikir panjang, sang ibu mengantarkan Aat membeli balon
tersebut.
“Bunda… Aat boleh
minta kertas?” tanyanya lagi sembari memegang balon gas hijau.
“Buat apa, Nak?” selidik sang ibu.
Dia hanya tersenyum menimpali pertanyaan sang ibu. Lalu
wanita itu memungut kertas bekas yang ada di jalanan dan menyerahkannya.
“Aat mau nulis ini, Bunda.” Sang bunda pun melihat apa yang
ingin ia tulis.
Allah, makasih, ya. Aat udah diberi hape.
Kemudian Aat kecil mengikatnya pada balon dan
menerbangkannya.
“Sampaikan sama Allah, ya balon. Aat seneng…,” teriak pemuda
kecil itu lantang.
Ah… Aat, sungguh! Kau anugerah terindah dari Allah, Nak,
gumam sang ibu lirih lalu memeluk erat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment